Stadion Wibawa Mukti Cikarang Jadi Venue Cabor Rugby Asian Games 2018

Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Stadion Kebanggaan Masyarakat Cikarang Bekasi yang Juga Jadi Venue di Asian Games 2018
Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Stadion Kebanggaan Masyarakat Cikarang Bekasi yang Juga Jadi Venue di Asian Games 2018

Berita Terbaru dari Stadion Wibawa Mukti Cikarang | Selain memperlombakan cabor (cabang olahraga) sepakbola, Stadion Wibawa Mukti Cikarang yang berlokasi di Desa Sertajaya Kawasan Industri Cikarang Timur itu juga nantinya akan dijadikan sebagai venue cabor Rugby Seven.

Untuk mewujudkan pertandingan tersebut, sejumlah upaya perbaikan pun kini sedang dilangsungkan. Salah satu diantaranya adalah mengganti rumput stadion Cikarang itu dengan tipe rumput sintetis baru. Kalau sebelumnya Stadion Wibawa Mukti Cikarang memakai rumput tipe Bermuda, kini semuanya sudah diganti dengan rumput sintetis kelas premium berstandar FIFA. Yakni, tipe Zoysia Matrella.

Hal ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Deni Rusnandi selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Olahraga di Dispora (Dinas Kebudayaan Pemudan dan Olahraga) Kabupaten Bekasi Jababeka. Deni mengatakan, bahwa semua rumput stadion Cikarang itu akan rampung diganti kira-kira pada akhir bulan Juni 2018 nanti.

“Untuk rumput baru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang itu kan sudah digelar semuanya. Pokoknya dalam waktu dekat ini bakal dipotong terlebih dahulu. Kira-kira semuanya bisa rampung dan siap pakai 3 bulan lagi lah. Yang jelas kami targetkan akhir bulan Juni, rumput baru sudah beres. Sudah ijo dan rata semuanya di stadion”, ujar Deni saat disambangi Beritakan.

Menurut Deni lagi, rumput baru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang tersebut bukanlah jenis rumput sintetis abal-abal. Soalnya, Stadion SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) Senayan, Jakarta Selatan pun memakai tipe rumput yang sama seperti di Stadion Cikarang tersebut. Lagipula, rumput tersebut sudah punya paten sendiri. Yakni, tidak akan mengganggu laju bola yang digiring para pemain nantinya. Alias akan melaju secara konstan. Manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan rumput baru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang itu adalah perawatan yang lebih mudah dan praktis.

“Soal manfaat ga usah diragukan, lah. Selain sesuai dengan standar FIFA, SUGBK juga pake tipe rumput yang sama”, tambah Deni lagi.

Untuk gelaran cabor Rugby Seven di Stadion Wibawa Mukti Cikarang sendiri akan bersifat eksibisi. Jadi tidak akan terlalu krusial seperti pertandingan sepakbola dan cuma berlangsung selama 3 hingga 4 hari saja.

Sejauh ini upaya perbaikan lain di stadion Cikarang itu selain pemasangan rumput baru adalah penambahan daya tenaga listrik, penggantian lampu stadion Cikarang tersebut, tribun penonton dan kamar mandi.

“Pokoknya, Stadion Wibawa Mukti Cikarang bakal menjadi stadion kebanggaan masyarakat Cikarang Bekasi nantinya”, tuntas Deni mengakhiri wawancara.

Timnas Iraq, Peserta Olimpiade Rio Dari Negeri yang Penuh Konflik

Pemain Timnas Iraq yang Tengah Melakukan Selebrasi di Olimpiade Rio 2016
Pemain Timnas Iraq yang Tengah Melakukan Selebrasi di Olimpiade Rio 2016

Dengan lolosnya Irak ke ajang olimpiade Rio 2016, berarti jatah negara Asia untuk dapat bertanding di Olimpiade lengkap sudah. Irak berhasil mengikuti 2 negara Asia lainnya yang lebih dahulu lolos yakni Jepang dan Korea Selatan. Dalam perjuangannya untuk bisa lolos ke Olimpiade, Irak haru mengalami pasang surut dan harus menghadapi Qatar dalam babak playoff.  Seperti kita ketahui, Timnas yang mendapatkan julukan the Lions of Mesopotamia ini, berasal dari salah satu negara yang kondisi politik tidak baik, terorisme mendominasi dan parah lagi negaranya terancam pecah akibat isu suku, etnis dan agama.

Irak sekarang ini sedang berperang dalam melawan kelompok separatis militan yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Syria atau dikenal dengan ISIS. ISIS saat ini sudah menguasai sepertiga wilayah di Iraq. Namun konflik tersebut nampaknya tidak berpengaruh terhadap kondisi persepabolaan Irak, dimana disaat negaranya banyak konflik yang mendera justru sepakbolanya memiliki prestasi bagus. Bagi rakyat Irak, sepakbola adalah pemersatu sekaligus pelipur lara dimana semua pengikut suni, syiah dan kurdi berhasil membuang rasa perbedaan dan merayakan kemenangan bersama-sama keberhasilan timnasnya ke ajang Olimpiade Rio 2016.

Timnas Irak merupakan sebuah tim sepakbola yang dibawah asosiasi Sepak bola Irak. Selain lolos sebagai peserta Olimpiade Rio 2016, Irak juga juara Piala Asia tahun 2007 yang waktu itu diselenggarakan di 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura. Dan Indonesia sangat beruntung, kala itu dapat menyaksikan laga final piala Asia (AFC CUP) yang diselenggarakan di GBK dan akhirnya dimenangkan Irak. Kondisi negaranya kala itu juga sedang porak poranda dimana terjadi infasi Amerika Serikat kenegaranya untuk menumbangkan rezim Saddam Husein. Seolah-olah menghadapi situasi yang sama, lagi-lagi Irak menoreshkan prestasi yang membanggakan dengan lolos sebagai peserta Olimpiade.

Olimpiade Rio 2016 merupakan penampilan timnas Iraq yang kedua kalinya,setelah berhasil tampil di Olimpiade Athena 2004. Setelah 12 tahun menunggu, tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri diantara para pemain, pelatih bahkan penduduk di negaranya. Saat laga penentuan melawan Qatar, Ayman Hussein tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol ke gawang Qatar didetik-detik buit babak kedua berakhir. Dalam pertandingan selama 90 menit tersebut skor kedua negara sama kuat dengan skor 1-1. Gol kemenangan Irak untuk lolos ke Olimpiade baru terjadi di babak kedua perpanjangan waktu pada menit ke 109.

Pada olimpiade Rio 2016 nanti, Irak berada di satu grup bersama tuan rumah Brazil, Afrika Selatan dan Denmark. Diatas kertas, Irak memang tidak diunggulkan jika dilihat segi penampilan diajang kompetisi dunia. Brazil, Afrika Selatan dan Denmak merupakan negara-negara yang pernah tampil diajang sepakbola dunia seperti piala dunia. Performa tersebut merupakan prediksi semata dan lagipula para pemain Olimpiade bukanlah pemain-pemain profesional atau senior yang berlaga di ajang piala dunia. Jadi peta kekuatan bisa dikatakan setara. Hal yang wajib diwaspadai adalah tekanan dari tuan rumah Brazil dimana skuad mereka diperkuat pemain pro yang bermain di FC Barcelona yaitu Neymar dan tak hanya itu, Skuad timnas Iraq juga haru menahan tekanan mental dari suporter Brazil yang bisa-bisa mempengaruhi performanya. Jika Iraq berhasil mengatasi tekanan-tekanan tersebut, timnas Irak tentunya menjadi tim wajib diwaspadai oleh tim lainnya.

Tentunya penampilan timnas Irak di Olimpiade Rio yang diadakan Agustus 2016 nanti, bisa memberikan nilai positif bagi negaranya sekaligus mendulang prestasi tertinggi dengan merebut emas di ajang Olimpiade. Jika hal itu bisa terjadi otomatis, Timnas Irak berhasil mengulang kesuksesan mereka pada tahun 2007 dimana timnya menjadi juara.

7 Timnas yang Berpotensi Absen di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 Rusia – Masa jelang Piala Dunia 2018 Rusia, banyak digunakan oleh para timnas (tim nasional) untuk melakoni kualifikasi. Sejauh ini, baru 6 timnas saja yang sudah dipastikan bisa berlaga di turnamen sepakbola akbar 4 tahun sekali itu. Diantaranya adalah Belgia, Meksiko, Jepang, Iran, Brazil dan timnas tuan rumah sendiri Rusia.

Sejatinya diluar 6 negara-negara tersebut, masih ada 7 negara lain yang difavoritkan untuk bisa meramaikan Piala Dunia 2018. Namun begitu, 7 timnas favorit tersebut justru malah punya potensi gagal untuk terbang ke Rusia.

Berikut adalah daftar negara-negara yang bermasalah di Kualifikasi Piala Dunia 2018 tersebut

7. Timnas Aljazair

Timnas Aljazair
Timnas Aljazair

Berdasarkan aspek historis Piala Dunia, Aljazair adalah negara yang tidak pernah absen sejak menjalani debutnya pada Piala Dunia 2006 silam. Hanya saja, nasibnya kini tengah kritis. Terdaftar di grup B untuk zona Afrika, mereka baru sanggup mengkoleksi 1 poin dari 3 laga yang dilakoni dan terbalap 8 poin oleh Nigeria yang menjadi raja klasemen.

6. Timnas Chile

Timnas Chile
Timnas Chile

Sang jawara 2 event terakhir Copa America ini juga tengah menjalani nasib yang kurang sedap. Chile hanya berhasil duduk di urutan 4 pada kualifikasi zona Conmebol dengan saldo 23 poin. Berada di grup neraka bersama Bolivia, Ekuador dan juga Brazil, tentu saja semakin mempertipis harapan mereka masuk Piala Dunia tahun ini.

5. Timnas Kamerun

Timnas Kamerun
Timnas Kamerun

Timnas yang sudah 7 kali malang melintang di turnamen Piala Dunia itu bisa jadi bakal absen di Rusia tahun ini. Pada saat menjalani kualifikasi, Kamerun bagaikan dikelilingi serigala liar di grupnya. Diantaranya Nigeria, Zambia dan juga Aljazair. Sayangnya mereka cuma sanggup bercokol di urutan bontot dengan mengkoleksi 1 poin saja. Jika sampai timnas Nigeria mampu meraup setidaknya 2 poin saja pada 3 laga yang tersisa, maka Kamerun sudah pasti tidak tampil di Piala Dunia 2018 ini.

4. Timnas Inggris

Timnas Inggris
Timnas Inggris

Inggris memang bukan langganan juara Piala Dunia. Namun sejak tahun 1958, Inggris selalu menjadi timnas favorit yang meramaikan ajang sepakbola dunia terbesar tersebut. Apalagi saat bertarung melawan Brazil di laga perempat final Piala Dunia 1958. Walaupun harus berakhir dengan kekalahan 0 – 1, usai digolkan oleh sang legenda Pele.

Popularitas timnas berjuluk 3 Singa itu pun semakin menjadi-jadi, lantaran lini serang mereka kini juga diperkuat oleh generasi baru pemain emas Inggris. Yakni, Gareth Bale dan Aaron Ramsey.

Sekarang Inggris yang nangkring di posisi 3 dengan raihan 11 poin, masih tersusul 4 angka dari Serbia yang menduduki puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Maka tak heran, jika timnas yang namanya melesat setelah performa ciamiknya di ajang Euro 2016 itu masih diragukan untuk bisa berangkat ke Rusia tahun ini.

3. Timnas Amerika Serikat (AS)

Timnas Amerika
Timnas Amerika

AS sedang berada di tengah situasi yang bisa dibilang buruk. Padahal AS dan juga Meksiko selalu dicap pengamat sebagai pendominasi kualifikasi untuk zona Concacaf sebelum-sebelumnya. Namun saat ini, Timnas Negeri Paman Sam itu sedang melakoni start yang jelek dan baru mampu mengais 8 poin dari 7 laga yang dilakoninya. Saat ini mereka bercokol di ranking 3, batas terakhir untuk bisa diloloskan ke Rusia nantinya. Hanya saja, mereka juga dibayangi oleh Honduras di ranking 4 dengan koleksi poin yang sama dan Panama yang duduk di urutan 5 dengan saldo 3 poin.

Ajang kualifikasi di zona tersebut yang hanya menyisakan 3 laga lagi, tentu saja menuntut kewaspadaan AS agar tidak tertimpa mimpi buruk absen di Piala Dunia 2018.

2. Timnas Belanda

Timnas Belanda - Kualifikasi Piala Dunia 2018
Timnas Belanda – Kualifikasi Piala Dunia 2018

Usai mengarungi turnamen Euro 2016 lalu dengan hasil yang kurang memuaskan, Tim Oranye harus kembali berpotensi diterpa nasib buruk. Yakni, absen di Piala Dunia tahun 2018. Alasan merosotnya performa mereka yang paling jelas terlihat adalah pelatih yang kerap gonta-ganti belakangan ini dan para pemain senior yang sudah memasuki usia uzur sebagai atlit.

Sampai detik ini, Belanda berada di peringkat ketiga dibawah Prancis serta Swedia. Ajang kualifikasi Piala Dunia yang hanya menyisakan 2 laga lagi, menuntut Belanda untuk menaklukkan Swedia yang bercokol 1 ranking diatas mereka.

1. Timnas Argentina

Timnas Argentina - Kualifikasi Piala Dunia 2018
Timnas Argentina – Kualifikasi Piala Dunia 2018

Belakangan, performa timnas Argentina memang kerap menjadi sorotan. Khusunya terkait performa mereka di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.

Sejauh ini, Lionel Messi cs masih bercokol di ranking 5 dan dituntut untuk melumat Venezuela, Peru dan juga Ekuador untuk memastikan diri lolos ke Piala Dunia.