Misteri 3 Gerbang Neraka di Bumi

Di zaman kuno lalu, kematian lebih ‘dekat’ dengan kehidupan manusia jika dibandingkan dengan hidup manusia sendiri. Nyawa manusia dapat hilang dengan mudah, dan tidak ada rumah sakit ataupun obat obatan canggih untuk menyelamatkan nyawa mereka yang terserang penyakit.

Menatian yang lebih dekat dengan manusia, membuat masyarakat kuno membayangkan kehidupan setelah kematian sebagai sesuatu yang dapat menyinggahi mereka kapan pun. Itulah sebabnya, masyarakat kuno pada zaman itu percaya ada beberapa tempat di dunia terkenal sacral dan dipercaya merupakan pintu gerbang menuju ‘dunia lain’.

Seperti beberapa tempat ini yang dipercayai sebagai ‘gerbang neraka’:

Alepotrypa Lubang Rubah

Alepotrypa Lubang Rubah
Alepotrypa Lubang Rubah

Alepotrypa atau biasa juga dikenal dengan nama Lubung Rubah merupakan sebuah gua yang menjadi inspirasi ‘rumah’ dewa neraka, Hades. Lorong batu yang terjadi karena fenomena alam tersebut bahkan memiliki sebuah danany yang terlihat seperti jalur yang dilewati orang mati untuk menuju kedunia lain setelah kematian.

Gua ini pertama kali ditemukan setelah ribuan tahun oleh seorang pemburu bersama anjingnya. Saat itu mereka sedang mengejar rubah yang lari hingga ke dalam lubang besar itu. Hewan buruan mereka kabur, tetapi anjingnya berhasil menemukan sebuah situs arkeologi penting.

Menurut banya peneliti, sekitar 6.000 tahun yang lalu tempat tersebut digunakan sebagai kuburan dan berbagai ritual dilakukan didalamnya. Adanya tembikar dan benda – benda lain diperkirakan sebagai persembahan atau sesajian, selain itu juga ditemukan sebanyak 170 jasad dikubur ditempat itu. Sepasang kerangka bahkan di temukan dalam keadaan saling berpelukan.

Actun Tunichl Muknal

Actun Tunichl Muknal
Actun Tunichl Muknal

Tempat yang satu ini bernama Actun Tunichil Muknal, terlihat seperti lokasi ritual ilmu hitam, di mana banyak tulang belulang sisa tumbal berserakan. Tempat ini adalah sebuah gua di Belize, Amerika Tengah, yang dulu digunakan oleh peradaban suku Maya sebagai ‘gerbang’ neraka (underworld), Xibalba.

Gua tersebut digunakan untuk tempat ritual. Kala itu korban akan dibaringkan di lantai gua, lalu kepala mereka dipukul sangat keras sehingga suara retakan tengkorak mereka akan terdengar menggema di seluruh ruangan.

Lalu tembikar yang telah disediakan akan dipecahkan untuk memberi ‘jalan’ kepada tumbal agar dapat menyeberang ke underworld.

Untuk bisa menjangkau gua tersebut, penjelajah harus melewati jalan sempit yang dibanjiri air sedalam batas leher orang dewasa. Air memenuhi gua dan menghasilkan endapan mineral diseluruh tempat.

Hal ini membuat tengkorak korban rtual mengendap di lantai gua dan berkilau menyerupai Kristal. Salah satu tengkorak berkilau bahkan dikenal dengan nama Crystal Maiden.

Plutonium

Pamukkale
Pamukkale

Plutonium merupakan nama sebuah lubang yang mengandung elemen radioaktif fi kawasan yang kini dikenal dengan nama Pamukkale, Turki. Karena unsur berbahaya yang berda di kawasan ini, penduduk lokal mempercayai bahwa Plutonium atau Gerbang Pluto adalah sebuah ‘lubang setan’.

Penulis kuno mendeskripsikan tempat itu berada di Hierapolis. Namun baru baru ini ditemukan bahwa tempat yang dibangun sebagai kuil Pluto itu berada di samping kuil Apollo. Saat paa arkeolog menggali situs tersebut, mereka telah menemukan bahwa kuol tersebut berdiri atas pembukaan bawah tanah alami yang menghasilkan karnon dioksida.

Hal itu terbukt ketika seekor burung yang lewat pada saat penggalian di lokasi tersebut mengalami kesulitan bernafas dan akhirnya mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *